Solusi Lantai Industri: Mengenal Aplikasi Polyurethane Concrete Self Leveling
Dalam dunia konstruksi industri, pemilihan pelapis lantai beton yang tepat adalah krusial untuk memastikan keberlangsungan operasional. Salah satu material yang menjadi standar tinggi di lingkungan kerja berat adalah Polyurethane (PU) Concrete Self Leveling. Material ini merupakan kombinasi antara teknologi resin Polyurethane dengan agregat semen yang dirancang khusus untuk menciptakan lapisan pelindung yang tangguh di atas permukaan beton.
Penggunaan dan Sektor Industri yang Relevan
Aplikasi PU Concrete Self Leveling dilakukan ketika lantai beton memerlukan perlindungan terhadap lingkungan dengan suhu operational yang ekstrem serta tumpahan zat kimia yang agresif. Meskipun secara estetika dan kemudahan pembersihan masih di bawah material epoxy (karena sifatnya yang sedikit lebih berpori), PU Concrete dipilih karena daya tahan mekanisnya yang luar biasa.
Industri yang umumnya mengaplikasikan material ini meliputi:
- Makanan & Minuman: Area produksi yang sering bersentuhan dengan air panas, tumpahan bahan organik, dan pencucian intensif.
- Manufaktur Berat: Pabrik kimia, fasilitas pengolahan logam, dan area dengan beban mesin yang besar.
- Logistik & Gudang: Area dengan lalu lintas forklift yang sangat padat.
Spesifikasi Ketebalan Aplikasi
Sesuai dengan standar spesifikasi yang umum ditetapkan oleh konsultan perencana untuk kategori self leveling, material ini biasanya diaplikasikan dengan ketebalan antara 2 mm hingga 4 mm. Ketebalan ini dianggap optimal untuk meratakan permukaan beton sekaligus memberikan perlindungan yang cukup terhadap beban operasional harian di dalam pabrik.
Perbandingan Performa: PU Concrete vs Epoxy
Perbedaan mendasar antara kedua material ini sering dilihat dari sisi ketahanan suhu operasionalnya (operating temperature). Sementara epoxy umumnya hanya mampu bertahan pada suhu operasional hingga 60°C, PU Concrete memiliki rentang yang jauh lebih luas. Material ini mampu menahan suhu ekstrem mulai dari suhu minus (pembekuan) hingga paparan suhu panas yang tinggi, yang biasanya merusak ikatan molekul pada epoxy. Selain itu, PU Concrete memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam meredam benturan dibandingkan epoxy yang cenderung getas.
Waktu Pengeringan dan Kesiapan Operasional
Salah satu keunggulan utama PU Concrete adalah kecepatan proses curing. Setelah aplikasi selesai, lantai biasanya sudah bisa digunakan untuk:
- Lalu lintas orang (Light Traffic): 12 – 24 jam.
- Lalu lintas alat berat (Full Traffic): 48 – 72 jam. Kecepatan ini sangat membantu agar operasional project tidak terhenti terlalu lama.
Rekomendasi Material
Untuk menjamin kualitas hasil akhir pada project Anda, terdapat dua merk utama yang menjadi rujukan di Indonesia:
- Propan: Merupakan produsen lokal yang memiliki varian PU Concrete berkualitas dengan dukungan teknis yang sangat baik untuk berbagai skala project.
- Flowcrete: Melalui produk unggulannya, Flowfresh, merk global ini dikenal memiliki teknologi antimikroba dan daya tahan yang sudah teruji di berbagai industri manufaktur besar di seluruh dunia.
